Perkuat Komitmen dengan Logo Garuda Pancasila di Bendera Merah Putih

Munculnya usulan tentang perlunya mencantumkan logo Lambang Negara Indonesia, yakni Burung Garuda Pancasila pada Bendera Merah Putih sangat tepat momennya dipertimbangkan di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2017 ini. Ide tersebut, sangat memperkuat komitmen dan kesetiaan pada Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

''Tidak hanya itu, menggabungkan dua simbol negara akan makin memperkuat dan memperjelas komitmen pada ideologi negara, yakni Pancasila dan sekaligus sebagai upaya memperkuat ingatan sejarah akan jasa para pahlawan yang gigih berani melawan penjajah untuk meraih kemerdekaan dengan pengorbanan jiwa dan raga serta tetesan darah yang dilambangkan dalam Bendera Merah Putih itu," ujar pakar hukum Tata Negara Universitas Al Azhar, Jakarta, Dr Ujang Komarudin yang dihubungi melalui telepon seluler saat berada di Ciamins, Kamis (1/6/2017) malam.

Image result for lambang negara indonesia
Illustrasi. Logo burung Garuda Pancasila di Bendera Merah Putih. (kbriseoul.kr)

Menurutnya, Ujang Komarudin, ini momen yang pas untuk mempertimbangkan penambahan logo Burung Garuda Pancasila tersebut di saat peringatan Hari Lahir Pancasila. Ditegaskan, penambahan logo itu bisa dimaknai sebagai bagian dari upaya menghargai pahlawan dan pejuang yang berdarah-darah dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia 72 tahun lalu.

"Inilah saat yang tepat untuk melakukan penghormatan itu. Penambahan logo Burung Garuda Pancasila pada Bendera Merah Putih itu bisa dilakukan secara konstusi. UUD 1945 atau konstitusi saja bisa diubah, tentu penambahan logo itu pun bisa dilakukan, apalagi dimaksudkan untuk memperkuatkan komitmen dan cita-cita sekaligus menghargai jasa para pahlawan dan pendiri bangsa ini dulu,'' ujarnya.

Revisi UU

Penambahan loga burung Garuda pada Bendera Mera Putih yang pernah disampaikan Ketua Lembaga Presiden Center (LPC) R Eddy Herwani Didied Mahaswara, tahun 2013 lalu. Namun, Ujang menegaskan, perubahan atau rebranding Bendera Merah Putih yang merupakan simbol negara meskipun tujuannya untuk meningkatkan penghayatan dan pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila, tetap harus sesuai dengan ketentuan Undang-undang (UU) yang berlaku.
Undang-undang dimaksud adalah UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam Pasal 24 huruf d UU tersebut disebut demikian:

Dilarang d. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara.

Image result for live garuda indonesia icon

Image result for live garuda indonesia icon
Illustrasi. Logo burung Garuda Pancasila di Bendera Merah Putih. (blogger)

Menurut Ujang, jika dilakukan perubahan dengan perubahan UU 24/2009, maka pemasangan logo burung Garuda sebagai lambang kebhinekaan tersebut dimungkinkan, aalagi mempunyai tujuan yang penting. Pertama, dengan melekatnya logo burung garuda yang mencengkeram sila-sila Pancasila, diharapkan dapat menumbuhkan nasionalisme dan penghayatan nilai Pancasila sekaligus menghormati bendera Merah Putih hasil perjuangan para pendiri dan rakyat Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945.

Kedua, logo burung Garuda itu dapat membedakan bendera Indonesia dengan bendera negara lain yang sama warnanya. Atau juga mencegah terjadinya kekeliruan pengibaran bendera seperti yang sering terjadi, yakni bendera dikibarkan terbalik, di mana warna putih diletakkan di atas, padahal yang benar posisi warna merah di atas.

Seperti dilansir Liputan6.com, Ketua Lembaga Presiden Center (LPC) R Eddy Herwani Didied Mahaswara, pernah mengusulkan agar logo burung garuda ditempelkan pada Bednera Merah Putih. Apa alasannya?

"Kita lihat bendera negara-negara lain, mereka meletakkan lambang ciri khasnya. Bahkan, ada negara yang meletakan ceker ayam di benderanya," kata Eddy dalam diskusi memperingati Kelahiran Pancasila di Senayan, Jakarta, Minggu (2/6/2013).

Menurut dia, ada beberapa alasan mendasar penambahan lambang Pancasila pada bendera merah putih. Pertama, kata Eddy, untuk membedakan dengan bendera merah putih milik negara lain seperti Monako dan Polandia.

"Jangan sampai Monako yang lebih dulu menggunakan bendera merah putih tahun 1881, protes ke Indonesia. Sedangkan Indonesia angklungnya dipakai Malaysia saja sampai begitu," sambungnya.

Alasan kedua, sambung Eddy, agar nilai-nilai dan roh Pancasila selalu melekat pada generasi muda ke depan. Menurut Eddy, ini juga untuk memperkuat penghayatan implementasi dan meningkatkan penghayatan nilai-nilai Pancasila. "Sekarang kalau ke kantor ada foto presiden dan wakilnya di tengah biasanya ada garuda, sekarang jarang dilihat itu," kata dia.

Jika hal tersebut memang sulit terealisasi, Eddy berharap minimal bendera dengan lambang Pancasila menjadi bendera pendamping dalam momen tertentu. "Misalnya, kalau acara Olimpiade, dan event-event kenegaraan lainya," ujarnya mencontohkan




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer