Lengkap Sudah 'Kebahagiaan' Warga Jakarta, Gubernur Baru Tak Mau Jadi Pelayan Rakyat, Maunya....

Lengkap sudah kebahagiaan warga Jakarta. Setelah Gubernur yang super pelit dan tidak mau ‘merangkul semua’ sudah pergi, akan datang Gubernur super santun yang sungguh santun. Dirinya dengan sangat santun dan bangga menyindir Pemprov DKI yang dengan bangganya menyatakan “kami pelayan warga”.

Melayani Menjadi Dilayani


“Bapak ibu jadi customer, sedangkan kami yang namanya pemerintah menjadi pelayan. Pelayan dan itu dibanggakan ‘kami pelayan warga’,” kata Anies

Ini kan bagus, posisi Gubernur itu bukan pelayan warga lho. Malah warga yang wajib melayani penguasa. Kalau Gubernur datang ke lingkungan, wajib bersihkan sendiri, memberikan sambutan meriah dan kalau perlu pake tim hore tiap kali sang Gubernur pidato.

Meski gaji Gubernur itu pakai uang rakyat, tetap saja rakyat tidak boleh jadi bos. Itu sangat dilarang, kecuali saat masa kampanye dimana hanya pada saat itu rakyat boleh merasa jadi bos selama beberapa bulan. Habis itu 5 tahun wajib melayani menguasa.

Jadi, jangan pernah berharap lagi bisa datang ke Balai Kota untuk menyampaikan keluhan. Ingat, Gubernur bukan lagi pelayan warga. Gubernur super pelit sudah pergi dan diganti Gubernur super santun. Jadi kalau minta bantuan akan dijawab dengan kata sakti, “nanti saya urus”.

Habis itu warga akan dipersilahkan pergi. Nama dan keluhan tidak perlu dicatat, toh diurus nanti. Nanti 5 tahun kemudian maksudnya. Masak Gubernur harus membantu warga, kami ini bukan pelayan! Masak cleaning service minta bantuan direktur? Mana sopan santunnya?

Jadi jangan lagi berharap dibantu Pemprov, tapi Pemprovlah yang bakal wajib dibantu warga. Lihat saja pernyataan selanjutnya Anies. Dia akan ‘melibatkan’ warga secara langsung.

“Republik ini tidak pernah didirikan oleh para pelayan. Republik ini dibangun oleh para penggerak. Orang yang datang menggerakkan warganya untuk membereskan masalah. Itu spirit gerakan,” kata Anies.

Pikirkan baik-baik apa maksud dari omongan Anies ini. Bila dilihat sekilas, konsep ini terdengar bagus. Warga diajak ikut serta. Tapi ikut serta apa? Membersihkan lingkungan, ikut kegiatan, dll. Masalah anggaran? Mana boleh warga ikut serta, itu uang uda ditangan kami, boleh dong beli USB?

Apalagi hal ini berarti Pemprov bisa lepas tangan soal masalah di Jakarta. Ada banjir? Warga diajak untuk gotong royong. Habis itu? Ya selesai masalah, toh warganya sudah diajak. Kalau warga tidak mau membersihkan lingkungan sendiri maka itu resiko mereka, Pemprov tidak bisa mengatur hujan dan banjir.

Masalah sampah di sungai pun bakal menggerakkan masyarakat. Merekalah yang wajib menyelesaikan masalahnya sendiri, toh itu sampah punya mereka. Pemprov cuman menggerakkan, yang menyelesaikan wajib warganya.

Lha, warga dibayar apa? Masak kerja gratis. Mungkin saja nanti ada orang super santun yang bilang, bayarannya ya tidak banjir. Harusnya warga bersyukur dengan Pemprov sekarang, warga dilibatkan (kerja gratis) dalam menyelesaikan masalah. Pemprov bukan pelayan, kami tidak boleh keringatan.

Jadi, warga Jakarta jangan pernah lagi berharap akan dilayani. Mau mengurus surat atau dokumen maka harus kembali ke jalan yang benar yaitu diping pong ke banyak loket. Setiap loket perlu membayar sekian sekali lewat. Ingat, kami bukan pelayan tapi orang yang harus dilayani.

Ada keluhan apapun juga tidak perlu khawatir keluhannya tidak akan diurus. Karena memang tidak akan diurus, toh mereka bukan pelayan. Kalau keluhan sudah pasti tidak akan diurus, buat apalagi khawatir tidak diurus? Masak khawatir besok matahari tidak terbit? Sebuah kepastian itu tidak perlu ditakutkan.

KJP Plus, dan KJS? Tidak sudah takut, nilainya akan lebih tinggi. KALAU anda bisa masuk ke progamnya. Kalau. Itu pun bila tidak dipotong uang capek, masak melayani tanpa dibayar? Kami bukan pelayan lho.

Lengkaplah kebahagiaan warga Jakarta. Mereka akan masuk surga karena memilih Gubernur seiman. Mereka akan digerakkan dalam menyelesaikan masalah (gratis tentunya, Pemprov cuman menggerakkan). Ormas juga berbahagia karena dijanjikan APBD.

Kurang apalagi coba Gubernur baru yang super santun ini?





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer