Inilah Korban-korban Persekusi yang Dilakukan FPI

Ya, Mario bukan satu-satunya korban yang mendapat tekanan dan intimidasi akibat status yang dibuatnya di media sosial. Ada dr. Fiera Lovita dari Solok yang mengalami nasib serupa. Fiera menulis status di Facebooknya setelah melihat berita penetapan Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus chat mesum dbersama Firza Husein.

Dokter yang karib dipanggil Lola ini bercerita, dirinya merasa tertekan setelah mengalami persekusi berupa teror dan intimidasi oleh sekelompok orang dari ormas tertentu. Tindakan persekusi dia dapatkan setelah menulis status di akun Facebook-nya yang bernada sindiran terhadap Habib Rizieq yang pergi keluar negeri.


"Saya hanya menanggapi berita kaburnya seorang tokoh yang akan diminta keterangannya oleh polisi di Jakarta dalam kasus chat mesum dan kasus hukum lain yang menimpa tokoh tersebut," kata Fiera.

Fiera Lovita menuliskan status di Facebook-nya dengan kata-kata berikut: “Anehnya bikin gerakan 7 jt ummat bela ulama mesum, naudzubillahi min zhaliq…,” tulis Fiera Lovita.

Dia juga mengunggah gambar dengan tulisan menyindir Habib Rizieq yang tak kunjung kembali ke Tanah Air di tengah kasus ‘baladacintarizieq’. “Kalau tidak salah, kenapa kabur? Toh ada 300 pengacara dan 7 juta ummat yg siap mendampingi mu, jgn run away lg donk bib,” begitu bunyi postingan gambar di laman Facebook-nya.

"Saya seperti netizen lainnya hanya mengemukakan apa yang ada dalam hati dan pikiran saya tanpa ada maksud dan tujuan apapun," kata dr Fiera saat gelar jumpa pers di Kantor YLBH di Jl. Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).

Setelah status di FB tersebut menjadi viral, dr Fiera kemudian menghapus postingan itu. Fiera lalu ditemui oleh intel pol kota Solok dan memberitahukan ada ormas yang tak senang dengan status Fiera. Status tersebut dinilai provokatif sehingga dikhawatirkan menimbulkan kemarahan oleh pihak terkait.

Di suatu waktu di perjalanan pulang, dia ditemui sejumlah ormas yang memintanya membuat pernyataan maaf di Facebook yang kemudian diikuti oleh Fiera. "Bukannya mereka menjadi reda dan tenang dengan adanya postingan surat pernyataan dan permintaan maaf yang saya buat, tetapi mereka malah semakin menjadi-jadi dan tak terkendali," jelas Fiera.

Fiera kemudian diminta meminta maaf secara langsung kepada perwakilan ormas. Permintaan tersebut dilakukan Fiera di rumah sakit tempatnya bekerja. "Pertemuan yang seharusnya menyelesaikan masalah dan membuat suasana menjadi damai, ternyata bagi mereka tidak cukup. Foto-foto pertemuan tersebut diviralkan dengan ditambahi kata-kata yang provokatif dan kata-kata penghinaan terhadap saya," urai Fiera.

Sejak saat itu, sekelompok ormas yang mengaku dari FPI mulai mengitimidasinya, menerornya, dan menyuruhnya memintaan maaf di atas materai. Tak hanya itu saja, dia dihina dan dicaci maki. Foto-fotonya tersebar di media sosial dengan kata-kata yang provokatif dan tak senonoh. Fiera pun merasa terancam. Hingga memutuskan untuk meninggalkan Solok.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer