Dijadikan Tersangka, Rizieq Marah Besar!

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah resmi menetapkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, sebagai tersangka dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dengan Firza Husein.

Mengetahui hal itu, pentolan FPI itu marah besar dan tak terima dengan status baru yang disandangnya itu. Hal itu diungkapkan Kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera, saat menggelar konferensi pers di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/5).


"Pak Habib Rizieq memberi informasi kepada saya, dia marah besar dan akan melakukan perlawanan hukum dan politik, karena telah terjadi tirani penegakan hukum. Indikasinya Habib Rizieq harus menjadi target untuk dijadikan tersangka lalu ditahan," tutur Kapitra, Senin (29/5).

Selain itu, lanjut Kapitra, pasal yang digunakan penyidik untuk menjerat Rizieq sumir dan tidak mengandung unsur pidana. Bahkan, dinilai dia penyidik tidak bisa membawa kasus tersebut ke ranah pidana.

Lebih jauh, Kapitra menilai indikasi pemaksaan hukum terhadap Rizieq terlihat sangat jelas. Di samping itu, dia menilai polisi juga sangat subjektif dalam mengusut kasus ini. Sebab orang yang menyebarkan chatting mesum sampai hari ini belum kunjung ditangkap.

"Penegakan hukumnya jelas penegakan hukum yang sangat subjektif dan merampas hak dasar masyarakat sebagai manusia. Untuk itu harus diuji di praperadilan," ujarnya.

Di kesempatan berbeda, Sekjen Dewan Syuro FPI, Novel Bamukmin, mengungkapkan dirinya sangat menyesalkan penetapan ini. Menurutnya, hal tersebut merupakan rekayasa yang sangat dipaksakan untuk mengkriminalisasi ulama.

"Ini rekayasa yang sangat dipaksakan," ujar Novel saat dihubungi Jitunews.com, Senin (29/5).

Penetapan Rizieq sebagai tersangka, menurutnya, belum dapat dilakukan, mengingat dua alat bukti yang dijadikan dasar penetapan Rizieq sebagai tersangka sejauh ini belum dapat diungkap oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Siapa yang memproduksi dan siapa yang mendistribusikan itu sebaiknya yang harus diusut terlebih dahulu," jelasnya.

Dalam hal ini, Novel pun bersama GNPF MUI akan segera melaporkan pembuat percakapan fitnah dan pihak yang menyebarkan kepada Kepolisian.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer