Apa itu Persekusi? ini penjelasannya

Salah satu anggota organisasi yang tergabung dalam Koalisi Anti Persekusi dari Safenet, Damar Juniarto menjelaskan, makna yang sebenarnya dari kata persekusi dan tahapan kelompok-kelompok tertentu dalam menlancarkan aksi persekusi tersebut. Dia juga menjelaskan lebih dalam bagaimana cara kerja Persekusi itu sendiri.

"Persekusi itu beda dengan main hakim sendiri, dalam makna yang sebenarnya persekusi itu adalah tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu yang dilakukan suatu pihak secara sewenang-wenang dan sistematis juga luas, jadi beda dengan main hakim sendiri," jelasnya saat mengahadiri konferensi press bersama YLBHI serta Koalisi Anti persekusi, di kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (1/6).

Dalam penjelasanya diketahui bahwa terdapat dua elemen dalam persekusi yang bertujuan untuk menyakiti secara fisik dan psikis.

Lebih jauh, Damar juga menjelaskan, temuannya di lapangan terhadap tahapan-tahapan yang dilakukan oleh kelompok tertentu dalam melancarkan aksi persekusinya. Awalnya, pelaku menentukan target lebih dulu.

"Temuan kami dilapangan adalah pertama penentuan target, yang dimana di dalamya ajakan untuk mengumpulkan target, pendataan target serta upaya memviralkan target, yang kedua adalah tahapan berburu dengan memobilisasi dengan pengumuman dan kordinasi di lapangan," jelas dia.

Ketiga, lanjut dia, upaya melakukan permintaan maaf tertulis secara paksa di atas materai lalu kembali diviralkan dengan difoto atau divideokan. Yang terakhir, tambah dia, adalah tahapan mengkriminalisasikan target yang telah ditangkap dan dibawa ke Polisi untuk ditahan.

"Jadi jelas ini bukan main hakim sendiri, tapi ada suatu rangkaian yang sistematis untuk mempersekusikan seseorang yang dianggap target," tambahnya.

Dalam penjelasannya lebih dalam, Damar mengungkapkan, cara bagaimana kelompok tertentu tersebut mengindentifikasikan korbannya.

"Untuk mencari target yang dianggap menistakan agama khususnya agama Islam, dengan cara melaporkan dan menscreenshoot postingan dan profile target lalu mengirimkan link target ke alamat email lapormca@gmail.com, dimana MCA itu singkatan dari Muslem Cyber Army," ungkapnya.

Dari penuturannya, akun Facebook Muslim Cyber Army dalam postinganya telah membuat suatu basis data yang dapat diakses untuk memburu para target mereka yang dinamakan 'buronan umat Islam'. Namun saat ini, akun Facebook MCA tidak dapat diakses kembali.

"Selajutnya akun ini membuat database di FB dengan nama buronan umat Islam, yang tadinya bisa diakses secara mudah kemudian target diviralkan, database tersebut dibuat untuk mempermudah memburu target," tutur dia. [rnd]




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer