Ahok Mengundurkan Diri, Bangunan Liar di Kalijodo Timbul Lagi

Sejak Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok menjalani masa tahanan selama dua tahun dan telah mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, sejumlah wilayah di DKI Jakarta yang telah dirapikan mulai tak tertib lagi. Mulai dari pedagang kali lima (PKL) yang tak terkontrol, sampai warga yang mulai membuat bangunan liar, seperti yang terjadi di Pasar Ikan, Penjaringan dan kini di kawasan Kalijodo.

Sejumlah bangunan liar yang terbuat dari kayu dan triplek mulai berdiri di kolong jembatan tol, tepatnya di samping RPTRA dan RTH Kalijodo, Jakarta Utara.

Bangunan liar itu tak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, namun juga tempat usaha, seperti warung kopi dan warung makan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jupan Royter mencurigai ada unsur kesengajaan untuk membuat keadaan tersebut.

Menurutnya, kecurigaan itu timbul karena bangunan-bangunan liar itu dibangun di tempat yang sama dengan tempat yang telah ditertibkan. Sehingga, ia mencurgai, ada pihak yang berupaya membuat kondisi tidak kondusif dengan kembali munculknya banngunan liar nonpermanen itu.

“Tapi saya mohon dengan hormat, jangan ada orang yang bermain-main di situ. Menciptakan kondisi yang tidak kondusif. Orang itu juga tahu bahwa itu melanggar ketentuan. Kenapa saya curiga dan diciptakan kondisi demikian, karena itu berulang kali. Seharusnya mereka itu sudah sadar,” kata Jupen usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).

Untuk itu, Jupen mengimbau agar warga tidak terprovokasi untuk ikut-ikutan mendirikan bangunan liar di kawasan itu. Ia juga menegaskan, pihaknya akan kembali menertibkan bangunan liar tersebut dengan mengedepankan upaya persuasif.

” Mereka jangan mau disuruh atau diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk tinggal di kolong tol. Penempatan personel kita minta di lokasi dengan penanganan yang persuasif,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada aparat wilayah terkait untuk bersinergi.

“Jadi keseriusan dari camat, lurah, untuk menjaga, tentu bersama jajarannya, ada Satpol PP. Harus ada sinergi selaku penanggung jawab wilayah,” tutup Jupan.

Editor : Y.C Kurniantoro




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer