Netizen: Jangan-jangan Dulu BPK Jualan WTP ke Ahok

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/5/2017) lalu, terhadap pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi merupakan suatu tamparan bagi BPK. Penangkapan ini diduga terkait kasus suap pemberian hasil audit Laporan Keuangan lembaga Pemerintahan dengan Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Dengan adanya praktek suap ini menimbulkan opini bahwa BPK terkesan bisa diatur, sehingga rawan tindak kejahatan korupsi.

Kondisi ini sempat menjadi bahan lelucon di dunia maya khususnya di jejaring sosial Facebook.

Seorang netizen bernama Teddy Bayupatti, bahkan menuliskan beberapa kinerja BPK dimana BPK memberikan opini terhadap beberapa pejabat, baik pejabat pusat maupun daerah yang kesemuanya tersandung kasus korupsi. Status Teddy di akun Facebooknya ini diposting pada Selasa (30/5/2017) pukul 04.33 WIB.

Teddy juga menuliskan jangan-jangan dulu BPK jualan WTP kepada Ahok, tapi Ahok tidak mau membeli, makanya Ahok dituduh korupsi sama BPK, sedangkan KPK tidak menemukan korupsi yang dilakukan Ahok.

Teddy pun menuliskan singkatan WTP versi dia "Wani Transfer Piro?"

PERLU UNTUK DIKETAHUI KINERJA BPK ...

1). BPK berikan opini WTP pada Sumut, tapi Gubernur nya Korupsi

2). BPK berikan opini WTP pada Pemprov Riau, tapi Gubernur nya korupsi

3). BPK berikan opini WTP pada Pemkot Palembang, tapi Walikota nya korupsi

4). BPK berikan opini WTP pada Pemkab Bangkalan, tapi Bupati nya korupsi

5). BPK berikan opini WTP pada Pemkot Tegal, tapi Walikota nya korupsi

6). BPK berikan opini WTP pada Kementerian Agama, tapi Menteri nya korupsi

7). BPK berikan opini WTP pada Kementerian Pemuda/Olahraga, tapi Menteri nya korupsi

8). BPK berikan opini WTP pada Kementerian ESDM tapi Menteri nya korupsi

9). Pemda DKI JAYA tidak dapat WTP malah berhasil menggagalkan korupsi berjamaah senilai Rp 12 Trilyun

Jangan2 dulu BPK jualan WTP tp Ahok ga mau beli, makanya dituduh korupsi sama BPK... walaupun KPK tdk menemukannya...

Eh skrg malah BPK-nya ketangkep tangan Korupsi...

Btw apakah WTP itu artinya "Wani Transfer Piro?"

Menanggapi status Facebook Teddy ini beragam komentar pun disampaikan netizen lain

“BPK(Badan Penyalur Korupsi),” tulis Sandy Dwi.

“BPK harus diganti semua dari ketua, pengurus. Jangan dari orang partai. Harus diganti semua cepatnya oleh Presiden, atau pihak-pihak terkait,” tulis Yunus Lase.

“Badan Penawar Korupsi,” tulis Santy Yen.

“WTP nya diganti dengan WDS (Wajar Dengan Sogokan),” ujar Maurice Suriajaya

“Lha justru yg mengherankan itu, sdh tahu bhw banyak predikat WTP yg dikeluarkan oleh BPK tsb tdk valid, kok pemerintah sendiri masih saja mengakui dan memakai kualifikasi tsb sbg syarat utk pencairan anggaran ? Gimana coba ?,” tulis Ruud Dyantovich.

Seperti diketahui, dalam kasus suap ini KPK telah menetapkan 4 tersangka yakni Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendes PDT dan Transmigrasi Sugito (SUG) dan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Sadli (ALS). Tersangka lainnya adalah pejabat eselon I BPK R‎ochmadi Saptogiri (RS) dan Pejabat eselon III Kemendes PDT dan Transmigrasi Jarot Budi Prabowo (JBP).

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer