Mengerikan, Wanita Ini Histeris Bukan Main saat Hujan Es Bentuknya Seperti Ini

Fenomena hujan es sering kali terjadi di berbagai tempat, terutama di daerah tropis.

Hujan es berdurasi singkat memang biasa terjadi di masa transisi atau musim pancaroba.

Mulai dari musim kemarau ke hujan atau sebaliknya.

Indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat. 

Kemudian satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Namun, fenome hujan es ini kerap kali menimbulkan ketakutan di kalanan masyarakat.

Apalagi jika butiran es yang jatuh berukuran besar.

Tidak ada alt teks otomatis yang tersedia.

Tidak ada alt teks otomatis yang tersedia.

Baru-baru ini beredar senuah rekaman video yang memperlihatkan kejadian hujan es di sebuah daerah di Thailand.

Hujan deras disertai angin kencang semakin membuat warga ketakutan.

Ukuran es yang jatuh pun lumayan besar yang menyebabkan sejumlah kaca mobil pecah.

Diameter lubang di kaca mobil akibat hantaman es pun lumayan besar.

Gambar mungkin berisi: mobil dan outdoor

Gambar mungkin berisi: mobil dan outdoor
Dalam video tersebut terdengar es yang menghantam atap rumah warga.

Tidak ada alt teks otomatis yang tersedia.
Tidak ada alt teks otomatis yang tersedia.

Hal tersebut tentu saja membuat warga begitu ketakutan.

Suara wanita berteriak histeris trdengar jelas dalam video tersebut.

Sementara seorang pengemudia mobil berwarna putih terlihat kebingungan.

Apakah ia harus terus melajukan kendaraannya atau keluar mencari tempat yan lebih aman.

Namun, ia tampaknya tak ingin mengambil risiko dengan keluar.

Mungkin takut hantaman es melukai dirinya.

Berikut videonya:

Warga OKU Heboh Ada Hujan Es Batu

Warga Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dihebohkan dengan hujan deras berangin disertai dengan rincian batu es besarnya jari jempol, Rabu (23/3). Kondisi ini terjadi di Desa Desa Seleman Kecamatan Semidang Aji, OKU.

Riswan warga setempat saat dihubungi Tribun Sumsel, membenarkan hal itu. Menurut dia, saat itu sore hari rabu hujan deras mengguyur. Posisinya saat mengendarai mobil.

"Terasa, gradak gruduk di hujan es menghantam mobil. Terus terang saya takut kaca pecah, sebab kondisi kendaraan sedang jalan," kata Riswan.

Riswan menjelaskan penomena hujan batu es ini sudah terjadi, dua kali. Terakhir tahun 1983. Itupun terjadi momennya sama, setelah gerhana total.

"Hujan deras disertai guyuran batu es ini sekitar 20 menit. Bahkan banyak batang yang roboh. Saya tidak sempat foto sebab saat itu saya sedang nyetir," katanya, cuba bongkahan batu es yang turun itu berbuti-butir besarnya seperti jempol tangan.

Warga lainnya menceritakan, jika desa mereka diguyur hujan deras beserta angin kencang.

"Ya tadi sore. Cuma Idak lamo. Adolah sekitar lima menit. Es nyo sebesar ibu jari lah," ungkapnya.

Win warga lainnya mengaku tidak melihat begitu pasti, batu es itu turun dari langit saat hujan deras. Sebab saat hujan mereka ada di dalam rumah.

"Saat kami keluar di sepanjang jalan ini sudah banyak batu es berceceran," katanya.

Pantauan Tribun di lapangan. Malamnya di Baturaja juga hujan deras juga mengguyur kota Baturaja. Namun meski kondisi hujan deras, cahaya bulan bersinar terang. Meski sedikit tertutup awan gelap.(rws)





Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer