Ini Dua Penyebab Munculnya Radikalisme di Kampus

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Dr Suyatno M Pd mengungkapkan, pihaknya sempat menyampaikan gejala intoleransi dan radikalisme di kampus kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Baginya, gejala tersebut tidak berdiri sendiri karena faktor internal dari setiap kampus semata, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain.

"Maka yang harus diselesaikan itu dari akarnya, yakni ketidakadilan yang banyak mengarah pada hal yang membuat bangsa bisa chaos. Ada juga faktor kedaulatan," ujar Prof Suyatno yang juga merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) saat konferensi pers, Selasa (30/5/2017).

Hal ini baginya harus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, yakni menciptakan negara berdaulat, adil dan makmur. Sehingga tidak muncul kesenjangan, seperti yang paling mengemuka yakni faktor kesenjangan ekonomi yang dimainkan dan "digoreng" dengan pandangan politik, apalagi, menjadikan agama sebagai puncak kontoversi.

"Disitu bermunculan pandangan tidak Indonesia, anti Pancasila dan mengakomodir kemerdekaan," kata Prof Suyatno.

Menurut Prof Suyatno, diperlukan kehadiran negara dengan menyampaikan deklarasi secara konsisten dan dengan berintegritas, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbhineka tunggal ika merupakan bangsa multi etnis. Hal ini juga menciptakan bangsa lain memberi apresiasi bagi Indonesia, namun jika masalah kecil tidak dikelola dengan baik, masalah akan menjadi semakin besar.

"Pemerintah harus hadir. Masalah politik DKI tutup buku. Viral panas DKI yang harusnya menyelesaikan adalah presiden, jangan kelompok-kelompok, tentu tidak akan selesai. Bekerjalah untuk kesejahteraan bangsa dan negara," pesan Prof Suyatno.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer