Bintania Purnomo, Mojang Bandung yang Mahir Menyetir Mobil Damkar


Kemampuan perempuan saat ini sejajar dengan lelaki. Seorang mojang berhijab di Kota Bandung mampu berpacu dengan waktu mengendarai mobil pemadam kebakaran (damkar).

Adalah Bintania Purnomo atau yang karib disapa Intan. Perempuan bekerja di Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung (DKPB) ini kerap turun langsung mengendarai mobil damkar menuju tempat api berkobar.
Bintania Purnomo, Mojang Bandung yang Mahir Menyetir Mobil DamkarIntan sering mengemudikan mobil damkar untuk membantu petugas ke lokasi kebakaran. 


Bintania Purnomo, Mojang Bandung yang Mahir Menyetir Mobil Damkar
Foto: dokumentasi Intan

Mengemudikan mobil besar dengan kecepatan tinggi memang tidak mudah. Tapi tak butuh waktu lama bagi Intan 'bersahabat' dengan mobil damkar berciri khas cat merah ini.

"Saya diajarkan oleh salah satu driver (operator unit) pemadam yang bernama Lukman. Cuma dua hari saja. Kebetulan saya memang sudah bisa nyetir," ujar Intan kepada detikcom, Rabu (31/5/2017).

Sensasi memacu mobil besar yang mengangkut ribuan liter air itu memang tidak seperti kendaraan roda empat biasa. Intan butuh kecekatan dan ekstra hati-hati.

"Jadi begitu pertama kali coba mobil besar, hanya tinggal penyesuaian ukuran mobilnya saja dan menyesuaikan bagaimana cara mengendalikan mobil dengan kapasitas empat ribu liter. Enggak bisa sembarangan belok," ucap lulusan SMAN 13 Bandung ini.

Intan bersama rekan kerja.
Intan bersama rekan kerja.Intan bersama rekan kerja. Foto: dokumentasi Intan
Intan sebetulnya bukan bekerja secara khusus menjadi driver untuk DKPB Kota Bandung. Namun hanya ia satu-satunya perempuan yang bisa menyetir mobil.

"Kalau untuk mobil besar, enggak setiap kebakaran saya ikut. Karena selama ada pasukan laki-laki, tetap didahulukan yang laki-lakinya," ujarnya.

Bagi Intan, tancap gas di jalan menggunakan mobil damkar merupakan pengalaman seru. Meski jalanan di Bandung sering macet, Intan tetap berusaha secepatnya tiba di lokasi kebakaran.

"Serunya ya itu, saat harus kebut-kebutan di jalan,dengan mobil besar. Ya ditambah jalanan macet, terus dilihat orang-orang," ucap Intan yang berdomisili di Jalan Mengger, Kota Bandung.

Intan bersama rekan kerja.
Intan bersama rekan kerja.Intan bersama rekan kerja. Foto: dokumentasi Intan
Meski menyandang status pekerja harian lepas (PHL), Intan tetap bersyukur bisa bergabung bersama keluarga besar DPKB Kota Bandung. Lulusan kampus Unikom Bandung bekerja di DPKB sejak 2013.

"Alhamdulillah suka dan senang sekali bekerja di damkar, lingkungan bekerja dan teman-temannya sudah seperti keluarga," tutur Intan.
(avi/bbn)




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer