Ancaman Bom, Penumpang Malaysia Airlines Dibekuk di Dalam Pesawat

Satu pesawat Malaysia Airlines dalam penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dipaksa kembali ke Melbourne, Australia, setelah seorang penumpang yang mengaku ia memiliki bom berusaha memasuki kokpit.

Pesawat dengan Nomor Penerbangan MH128 tersebut kembaali ketika seorang lelaki yang berusia 25 tahun dari Dandenong, Melbourne Tenggara, berusaha membuki pintu kokpit tak lama setelah pesawat lepas-landas.


Polisi Victoria naik ke pesawat setelah pesawat itu mendarat kembali di Melbourne dan menundukkan serta menangkap pria tersebut tanpa perlawanan.

Beberapa saksi mata di dalam pesawat mengatakan lelaki itu ditundukkan oleh dua anggota awak dan seorang penumpang setelah ia mendekati bagian depan pesawat dengan membawa benda "yang kelihatan aneh".

Andrew Leoncelli, seorang penumpang pesawat tersebut, mengatakan benda itu memiliki beberapa saluran udara yang menonjol.

"Saya berlari ke depan dan menghadapi dia di sekitar sudut dan ia berada di sana dan adalah lelaki dengan tubuh tinggi, lebih tinggi dari saya. Ia memakai topi, pakaian warna gelap, memiliki kulit gelap, membawa benda besar, benda yang kelihatan sangat aneh dengam antena," kata Leoncelli kepada media Australia, sebagaimana dikutip Xinhua, Kamis (1/6/2017) pagi. Leoncelli adalah mantan pemain sepak bola Australian Rules.

"Saya tak pernah melihat benda seperti itu. Benda tersebut sebesar semangka, besar dan berwarna hitam." "Benda itu memiliki alat seperti antena, tapi juga kelihatan seperti memiliki tombol iPhone, jadi mungkin saja itu adalah kotak bom," katanya.

Polisi Victoria mengatakan peristiwa tersebut tidak diperlakukan sebagai aksi terorisme.

Mereka mengatakan lelaki itu diketahui oleh polisi memiliki sejarah sakit mental.

"Kami tidak percaya ini berkaitan dengan teroris," kata Inspektur Polisi Victoria Tony Langdon kepada wartawan.

"Kami tentu saja mempedulikan penumpang dan awak pesawat. Itu bisa menjadi pengalaman traumatis buat mereka. Saya ingin mengatakan itu bisa menjadi sangat heroik buat awak dan penumpang karena bisa menahan orang ini," katanya.

Langdon mengatakan benda yang dibawa lelaki tersebut adalah "alat elektronik, tapi dengan cepat dipastikan bahwa itu bukan alat peledak".

Leoncelli mengatakan sekelompok lelaki penumpang memegangi lelaki tersebut di lantai "dan delapan kaki" menekan punggungnya, kedua kaki dan kepalanya.

Darren Chester, Menteri Perhubungan Australia, bergabung dengan Langdon dalam memuji penumpang sebagai pahlawan.

"Saya ingin berterima kasih kepada penumpang atas tindakan yang mereka lakukan dalam menaklukkan penumpang yang bertindak di luar aturan," katanya.

Di dalam satu pernyataan, Malaysia Airlines menyatakan pesawat itu kembali ke Melbourne "setelah Kapten yang mengoperasikannya diberitahu oleh seorang anggota awak kabin mengenai penumpang yang berusaha memasuki kokpit".

Bandar Udara Melbourn ditutup untuk sementara, setelah peristiwa tersebut tapi segera dibuka kembali.





Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer