Alfian Sebut Sebagian Kader PDI-P adalah PKI, Pengacara: Wajar Dong

Pengacara Ustad Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri, menganggap wajar bila kliennya menyebut sebagian besar kader PDI-P adalah kader Partai Komunis Indonesia (PKI), karena ada relevansinya.

"Sebenarnya itu ada referensinya. Tahun 2002 di Lativi, salah satu kader PDI-P yang namanya Ribka Tjiptaning itu menyatakan bahwa ada 20 juta kader PKI di Indonesia, dan itupun menurut yang bersangkutan semua itu memilih partai tersebut," kata Alkatiri di Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurutnya, Alfian mempunyai referensi baik dari tulisan maupun pendapat seperti itu. "Itu talkshow ya tahun 2002 itu sudah mengatakan kader PKI di Indonesia yang merapat ke partai tersebut ada 20 juta. Coba bayangkan, sekarang sudah tahun berapa," terangnya.

Saat ditanya apakah ada buktinya, ia menegaskan bahwa ada buktinya, karena pernyataan Ribka itu diviralkan di televisi, dan semua orang juga bisa melihat itu.

Mengenai PKI dinyatakan tidak ada, ia membantah karena TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 sampai sekarang belum dicabut. "Jadi yang mengatakan komunis itu masih sah, sampai detik ini belum dicabut," katanya.

Ketika ditanya, apakah seorang ustad boleh ceramah seperti menyebut sebagian kader PDI-P adalah kader PKI itu diperbolehkan, Alkatiri menjawab bahwa hal tersebut wajar. Karena Ustad Alfian berbicara di forum yang orang tidak paham ada TAP MPRS itu.

"Memang ini agak dilematis. Dengan adanya kasus ini sebenernya ter-blow up," ucapnya.

Ia pun menganggap bahwa yang telah dilakukan Ustad Alfian bukan penyebaran kebencian. "Gak (penyebaran kebencian), karena itu memberikan suatu pemahanan seorang ustad membicarakan bahaya laten untuk kepentingan umum. Untuk kepentingan umum tak bisa masuk pasal 310 KUHP (pencemaran nama baik)," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan Ustad Alfian Tanjung sebagai tersangka karena menyebutkan sebagian besar kader PDI-P sebagai kader PKI. Alfian disangkakan melanggar beberapa pasal, seperti pasal pencemaran nama baik, penghinaan dan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Argo Yuwono mengatakan Alfian ditetapkan sebagai tersangka karena memberikan pernyataan yang masuk kategori kebencian di akun Twitter-nya. Dalam cuitan-nya, dia menuliskan bahwa "85 persen kader PDIP isinya kader PKI".

"Kemarin (Senin, 29 Mei 2017) sudah ditetapkan tersangka oleh Ditreskrimsus untuk Pak Alfian Tanjung berkaitan dengan hatespeech yang ia lakukan itu," terang Argo.

Argo menerangkan, Alfian disangkakan beberapa pasal, seperti Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 dan/atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-undang 19/2016 tentang ITE. Selain itu, Alfian juga dikenakan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan 311 KUHP tentang Fitnah serta Pasal 156 KUHP mengenai penghinaan antar golongan.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Y.C Kurniantoro




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer