Akhir Cerita Rumah Bos Warteg yang 'Melintang' di Tol Pejagan

Rumah H Sanawi di Desa Sidokaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, akhirnya dibongkar. Rumah yang berada di proyek jalan tol Pejagan-Pemalang Seksi III ini tinggal cerita. Ada proses panjang sebelum rumah 'terhapus' dari jalur tol.

Saat proyek tol mulai jalan, Sanawi enggan diberi ganti rugi. Alasannya nominalnya terlalu rendah, yakni Rp 1,5 miliar. Pelaksana proyek tol menilai berdasarkan fisik bangunan. Sementara pihak Sanawi menyebut ada faktor non-fisik yang membuat ganti rugi seharusnya lebih dari Rp 2 miliar.

Silang pendapat soal ganti rugi masuk ke ranah hukum, dari pengadilan hingga Mahkamah Agung (MA). Pada saat bersamaan, proyek tol terus jalan. Jalur tol seolah 'berbelok' dan rumah 'melintang' di tengah tol.

Nah, belakangan MA menolak kasasi pihak Sanawi. Artinya rumah boleh dibongkar dengan pemberian ganti rugi. Atas dasar keputusan MA, pihak Pengadilan Negeri (PN) Tegal dan pelaksana proyek tol bergerak. Sanawi pasrah dan menerima ganti rugi.

Sejak pekan lalu, rumah yang disebut-sebut berdiri sejak 1965 itu mulai dibongkar. Rabu (31/5), sejumlah pekerja tampak menyelamatkan material yang masih bisa dimanfaatkan seperti kayu, kusen, dan genteng. Sementara sisanya seperti keramik, batu bata, dan lain-lain hanya dibuang.

"Kami harus hati hati agar material itu bisa dipakai lagi untuk membangun rumah baru,"ujar mandor pembongkaran rumah Sanawi, Idris.

Sanawi sendiri saat dihubungi detikcom enggan berkomentar panjang soal penolakan kasasi di MA dan pembongkaran rumah. Ia hanya membenarkan rumahnya sudah mulai dibongkar.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen Tol Pejagan-Pemalang, Sularto, menjelaskan, Sanawi sudah menerima ganti rugi yang nilainya Rp 1,5 miliar lebih. Tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan rumahnya. Menurut dia, pemilik diberikan kebebasan untuk membongkar sendiri bangunan dan mengambil materialnya meski sudah dibeli oleh pelaksana proyek.

"Sudah terima duitnya, sepekan kemarin," jelas Sularto soal ganti rugi untuk Sanawi, Rabu (31/5).

Tol Pejagan-Pemalang Seksi III membentang sejauh 37 kilometer, menghubungkan jalur Brebes Timur atau Brexit (Brebes Exit) hingga Pemalang. Jalur ini merupakan lintasan utama pemudik. Ditargetkan pada arus mudik dan balik, akses ini selesai, sehingga horor kemacetan di Brexit tahun lalu tidak terulang tahun ini.
(try/dkp)




Loading...
loading...
loading...
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer