Mbah Gotho, Manusia Berusia 146 Tahun Asal Sragen Meninggal Dunia

Mbah Gotho, lelaki asal Sragen, Solo yang disebut sebagai pria tertua di dunia meninggal dunia di usia 146 tahun pada hari ini. Keinginan Mbah Gotho yang mendambakan ajal akhirnya terwujud.

Kabar kematian Mbah Gotho disampaikan oleh Wakapolsek Sambungmacan, Iptu Zaeni. Dia mengatakan, Mbah Gotho meninggal di RSUD Sragen pada pukul 17.45 WIB tadi.

"Telah meninggal dunia Bapak Sodimejo Alias Mbah Gotho pada usia 146 tahun dikarenakan sakit," kata Zaeni kepada detikcom, Minggu (30/4/2017).

Zaeni mengatakan, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Mbah Gotho sempat dirawat beberapa kali di RSUD Sragen karena sakit. Namun, dia meminta kepada keluarga untuk dibawa pulang ke rumah.

"Sebelumnya Mbah Gotho telah di rawat di RSUD Sragen pada tanggal 12 April 2017 sampai tanggal 17 April 2017, namun yang bersangkutan Mbah Gotho minta kepada pihak keluarganya untuk dibawa pulang kerumahnya," kata Zaeni.

Rencananya, jenazah Mbah Gotho akan dimakamkan pada Senin (1/5) besok pada pukul 11.00 WIB.

Mbah Gotho berdasarkan catatan KTP yang dikeluarkan Pemkab Sragen lahir pada Desember 1870. Gotho juga bisa menceritakan soal pabrik gula di daerahnya yang dibangun pada akhir 1800-an.

Gotho yang sudah menyiapkan kematiannya sejak 1993 mengaku berharap bisa segera meninggal dalam wawancara dengan detikcom pada 2016 lalu.

"Rumput tak lagi ada, tumbuhan tak lagi ada, hewan tak lagi ada, semua telah menjadi gendhing. Anda masih melihat semua itu ada, tapi saat ini bagi saya telah menjadi gendhing. Saya telah di hadapan jagad ageng itu sekarang, tinggal menunggu saatnya saja," kata Mbah Gotho tenang.
(nkn/nkn)

Karangan bunga sampai ribuan, Habiburokhman jadi meradang dan ngomel-ngomel begini sama pendukung Ahok!

Tak pelak hal ini membuat iri sekian banyak hater Ahok juga lawan politiknya. Bahkan sebelumnya Dr. Marissa Haque juga menyebarkan capture hoax terkait karangan bunga. Bahwasanya karangan bunga tersebut hanyalah rekayasa dari sebuah toko florist. Namun hal tersebut sudah diklarifikasi langsung melalui akun twitter CNN Indonesia.


Selain Marissa Haque, Fadli Zon juga tampak gerah dengan ribuan karangan bunga tersebut.

"Saya rasa masyarakat sudah tahulah. Itu bisa bukan efek positif yang didapat, tapi efek negatif, apalagi kalau ketahuan sumbernya itu-itu juga. Jadi pencitraan murahan," kata Fadli di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Fadli mengatakan karangan bunga tersebut berasal dari sumber yang sama. Hal ini juga hanya menguntungkan pemilik toko.

"Saya kira, saya dengar itu dari sumber yang sama, atau dari beberapa sumber. Yang jelas, itu menguntungkan toko bunga tersebut ya, tapi sangat disayangkan," ucapnya.

"Itu kalau ada 1.000 karangan bunga kali Rp 1 juta, itu sudah Rp 1 miliar. Kalau Rp 700 ribu, ya Rp 700 juta. Itu kan bisa ngasih makan orang-orang yang perlu dukungan, bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya, daripada dibuang-buang seperti itu," imbuhnya.

Bukan Fadli Zon saja, rupanya Habibrokhman nampak sangat gerah dengan karangan bunga sampai-sampai mengeluarkan caci maki kepada para pendukung Ahok.

Berikut cuitannya:

Bukan Minta Ahmad Dhani, Dul Pilih Orang Ini Buat Bantu Dana Dalam Karier Musiknya

Abdul Qodir Jaelani atau yang lebih akrab disapa Dul kini telah mantap menjalani solo kariernya.

Dul sebelumnya merupakan pentolan The Lucky Laki dan Ahmad Bersaudara, grup musik bentukan sang ayah, Ahmad Dhani.

Putra bungsu Maia Estianty ini rupanya sudah lepas dari campur tangan sang ayah.

Maia sendiri terus memberikan dukungan yang sehat untuk putranya.

"(Keputusan untuk bersolo karir) akan menjadi pembuktian saya. Saya juga ingin menunjukkan karya sendiri, lagu saya sendiri. Saya memang ingin melakukan pembuktian," ucap Dul Jaelani usai tampil di acara pensi di sekolahnya, yakni Home Schooling Kak Seto, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (29/4/2017), seperti dikutip oleh Tribunnews.


Dul Jaelani usai tampil di acara pensi di sekolahnya
Dul Jaelani usai tampil di acara pensi di sekolahnya 

Dul Jaelani usai tampil di acara pensi di sekolahnya (TRIBUNNEWS.COM/NURUL HANA)

Ada hal unik yang dilakukan oleh Dul dalam pembuatan musiknya.

Untuk alat musik, Dul dibantu oleh sang kakak Ahmad El Jallaludin Rumi (El).

"El minjemin alat kuno. Dia kan fans berat The Beatles, jadi dia punya alat drum vintage (lawas). Kalau rekaman kan bagusnya pakai itu, jadi saya dikasih pinjam sama El," ucap Dul.

Dan untuk urusan dana, ia tak minta bantuan dari Ahmad Dhani.

Ia memilih Ahmad Al Ghazali atau Al sebagai abang tertuanya.

Jika ditanya kontribusi Ahmad Dhani dalam karir siswa kelas 2 SMA ini, ia hanya menyumbang referensi musik untuk Dul.

Untuk genre sendiri, Dul tetap mengusung alternatif pop.

"(Genrenya) alternatif pop, kayak Dewa di era (tahun) 90an. Nggak bisa dipungkiri pemain musik idola saya ya Ahmad Dhani. Saya terinfluence banyak dari dia. Ayah saya juga memberi banyak referensi musik," papar Dul lebih lanjut.

(TribunWow.com/Alya Iqlima)

Sindir Menteri Susi, Kimisioner Komnas HAM: Orang Bodoh Juga Bisa Tenggelamkan Kapal

Selama dua setengah tahun pemerintahan Jokowi-JK, sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sangat dikenal masyarakat luas.

Kiprah Susi terus disorot karena suka menenggelamkan kapal ilegal.

Anggota Komnas HAM Natalius Pigai menyindir cara kerja Menteri Susi.

Menurut Pigai, semua orang juga bisa melakukan penenggelaman kapal.

"Kebijakan yang salah, tidak berorientasi di sektor laut, lebih kepada menenggelamkan malam, orang bodoh juga bisa," ungkap Pigai di Gedung Joeang 45, Jakarta, Minggu (30/4/2017).

Menurut Pigai sebaiknya Menteri Susi fokus kepada pertumbuhan ekonomi dan kontribusi sektor perikanan dari hanya menenggelamkan kapal.

Mengacu data Badan Pusat Statistik, Pigai mengatakan kontribusi sektor kelautan dan perikanan sangat kecil hanya Rp 900 miliar untuk APBN.

"Dari APBN Rp 2 triliun sangat naif, Indonesia jadi poros maritim, kontribusinya sektor perikanan cuma Rp 900 miliar," kata Pigai.

Pigai menilai sektor perikanan sangat buruk pengelolaannya di tangan Menteri Susi.

Hal yang dinilai salah menurut Pigai adalah pelarangan nelayan menggunakan cantrang.

"Orang kampung kalau dikasih granat juga bisa tenggelamkan sampan-sampan sampai kapal," sindir Pigai

Sandiaga: Standar yang dicapai Pak Basuki sudah tinggi

Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan sempat membacakan puisi karya Taufik Ismail tahun 1982 yang berjudul 'Membaca Tanda-Tanda'. Puisi yang dibacakan bersama Sandiaga itu merupakan puisi yang dipilihkan langsung oleh panitia penyelenggara.

Bagi Anies, makna dari puisi yang dibacakan merupakan isyarat bahwa manusia dibekali akal untuk belajar ilmu dan hikmah. "Mudah-mudahan kita semua selalu bisa tajam membaca perubahan zaman sehingga dapat mengantisipasi," kata Anies di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (30/4).

Anies sering kali mengungkapkan bangsa yang besar dan maju salah satunya ditandai dengan kemampuan membaca perubahan zaman. Disinggung tanda-tanda pemerintahannya nanti sebagai Kepala daerah di Jakarta, Anies mengatakan menunggu pengesahan dan ketetapan hasil Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.

"Sekarang lihat tanda-tanda pengesahan KPU dulu. Sudah ada tanda-tanda tuh, nanti sampai disahkan baru yang berikutnya," ucap Anies.

Hal yang sama juga diungkapkan Anies saat disinggung terkait koalisi PKS dan Gerindra di Pilpres 2019 nanti. "Wah saya enggak baca masa depan. Kita bacanya tanda-tanda saja," ujar Anies.

Sementara itu, wakilnya Sandiaga menilai makna puisi yang dibacakan itu berkaitan dengan kepemimpinan seorang pemimpin yang Haris bisa dibaca oleh rakyat. Pun sebaliknya, pemimpin juga harus busa membaca keinginan dari warganya.

"Mandat kami di Jakarta adalah menghadirkan lapangan pekerjaan yang lebih, baik pendidikan yang lebih baik," kata Sandiaga.

"Standar yang sudah dicapai oleh Pak Basuki yang sekarang sudah tinggi, tanda-tandanya itu adalah warga menginginkan yang lebih tinggi lagi," sambungnya.

Untuk itu dia menyimpulkan bahwa warga Jakarta membutuhkan pemimpin yang lebih baik dari pasangan Ahok- Djarot. "Jadi buat kami ini adalah amanah. Kebetulan Pak Taufik juga yang memberikan inspirasi selama kemarin berkampanye 18 bulan lebih," pungkasnya. [eko]
Warning!!!situs ini hanya bertujuan untuk menyampaikan berita dari situs-situs berita terpercaya yang ada di indonesia. Situs ini tidak membuat berita sendiri, situs ini hanya mempermudah para perselancar internet untuk mendapatkan berita-berita terbaru yang ada di indonesia. Di akhir artikel berita, Kami menanamkan "Link Sumber" untuk mengetahui sumber tersebut berasal. Terimakasih :)

Populer